Kriminal

Pria di Brebes Mutilasi dan Rebus Ayah Kandung Lalu Serahkan Diri

Pria di Brebes Mutilasi dan Rebus Ayah Kandung Lalu Serahkan Diri

Seorang pria berinisial HS di Brebes, Jawa Tengah, mendatangi kantor kepolisian untuk mengaku telah membunuh, memutilasi, dan merebus potongan tubuh ayah kandungnya. Aksi sadis ini terungkap setelah pelaku menyerahkan diri secara langsung kepada pihak berwajib pada pertengahan Oktober.

Kronologi Penyerahan Diri dan Penyelidikan Polisi

Informasi mengenai kasus pembunuhan tersebut sempat ramai di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @brebeshitstitz, yang menyebutkan bahwa pelaku mendatangi Polres Kersana pada Kamis (15/10). Kapolsek Kersana AKP Teguh Adi Winarko mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang mendalami pengakuan pelaku, seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Kersana Aiptu Heri Sukamto, HS mendatangi Mapolsek Kersana pada Kamis (16/10) malam. Kepada petugas, pelaku menyatakan bahwa pembunuhan terhadap ayahnya telah dilakukan beberapa bulan lalu.

Pelaku mengaku kepada polisi bahwa tubuh korban dipotong menjadi sepuluh bagian. Potongan tersebut kemudian direbus selama dua hari hingga hancur dan dibuang ke Sungai Kluwut yang mengarah ke laut, sementara bagian tulangnya dibakar sampai menjadi abu.

Menindaklanjuti pengakuan tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara dan mendatangi kediaman HS di sebuah kompleks perumahan di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Brebes. Petugas bahkan membongkar septic tank rumah tersebut guna mencari kemungkinan adanya sisa bagian tubuh yang dibuang melalui saluran pembuangan.

Keterangan Tetangga dan Keluarga

Sementara itu, tetangga sekaligus kerabat pelaku bernama Ina menuturkan bahwa dirinya sudah lama tidak melihat keberadaan ayah HS. Kepada warga sekitar, pelaku sempat berdalih bahwa ayahnya sedang merantau untuk berjualan siomay di Kota Tegal.

Ina menyampaikan bahwa korban selama ini tidak bekerja dan sering memaksa meminta rokok. Warga tidak menaruh kecurigaan lantaran korban memang dikenal jarang pulang karena bekerja di luar kota, sementara pelaku selalu berujar bahwa kebutuhan keluarga ditanggung olehnya.

Sebagai bibi pelaku, Ina mengenal keponakannya itu sebagai pemuda yang pendiam dan penurut. HS disebut sangat menyayangi ibu serta kedua adiknya yang masih bersekolah, serta bekerja di sebuah pabrik sepatu sejak lulus dari sekolah menengah atas.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *