Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 1.481 hektare lahan masih terbakar di berbagai daerah di Indonesia hingga Rabu (21/10). Luas tersebut mencakup wilayah di enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan serta daerah lainnya.
Sebaran Titik Kebakaran
Enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla meliputi Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa dari total area sasaran seluas lebih dari 983 hektare, lebih dari 502 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara lebih dari 481 hektare lainnya masih dalam proses penanganan seperti dikutip dari CNN Indonesia.
Kalimantan Tengah tercatat sebagai wilayah dengan area yang belum padam paling luas di antara enam provinsi prioritas, yakni mencapai lebih dari 321 hektare. Posisi berikutnya ditempati oleh Sumatera Selatan dengan area terbakar yang belum padam seluas lebih dari 84 hektare.
Di luar enam provinsi prioritas tersebut, karhutla terpantau meluas hingga lebih dari 1.044 hektare. Dari jumlah itu, seluas 44 hektare sudah dipadamkan dan sekitar 1.000 hektare masih belum padam. Titik-titik kebakaran itu tersebar mulai dari Kalimantan Timur hingga Maluku Utara.
Operasi Pemadaman Darat dan Udara
Guna mengatasi kebakaran lahan tersebut, pemerintah mengerahkan satuan tugas darat dan udara secara bersamaan. Sebanyak 71.878 personel diturunkan di enam provinsi prioritas, yang mencakup tambahan lebih dari 11 ribu personel terutama untuk wilayah Kalimantan Tengah.
Selain pengerahan personel, kelompok pemadam di setiap kabupaten juga dibekali berbagai peralatan seperti pompa air dan alat pelindung diri. Dukungan ini melibatkan kerja sama antara kementerian dan lembaga, Polri, pemerintah daerah, serta pihak swasta.
Dukungan dari udara juga diperkuat dengan penambahan armada helikopter untuk keperluan water bombing dan patroli dari 49 unit menjadi 51 unit. Armada udara ini turut dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Pelaksanaan OMC pada hari Rabu mencakup wilayah Kalimantan Barat sebanyak satu sorti dengan membawa 1.000 kilogram garam. Di Kalimantan Tengah, operasi dilakukan sebanyak enam sorti menggunakan 3.900 kilogram dry ice dan 800 kilogram garam, sedangkan di Sumatera Selatan dilakukan tiga sorti dengan 1.600 kilogram dry ice dan 800 kilogram garam.
Pesawat di Kalimantan Selatan dikerahkan untuk membantu operasi di Kalimantan Tengah meskipun OMC sendiri tidak dilangsungkan di wilayah tersebut. Di Jambi, kegiatan OMC ditiadakan karena kondisi awan yang kurang mendukung, sementara pesawat dari Riau diterbangkan guna membantu operasi di Sumatera Selatan.








