Nasional

Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Trenggalek

Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Trenggalek
Daftar Isi
  1. Koordinasi Penanganan Bencana
  2. Dampak Kerusakan dan Evakuasi
  3. Sinergi dan Tindak Lanjut

Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik untuk korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Jumat (30/10). Bantuan logistik disalurkan sebagai langkah tanggap darurat serta mendukung pemenuhan kebutuhan dasar korban terdampak bencana melalui Gudang Kemensos di Sentra Terpadu Kartini Temanggung menuju Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek.

Koordinasi Penanganan Bencana

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan perlindungan serta bantuan yang dibutuhkan. Gus Ipul menjelaskan koordinasi tersebut dilakukan agar penanganan berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun, bencana banjir terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Trenggalek sejak Kamis (29/10) hingga Jumat (30/10), sehingga menyebabkan meluapnya Kali Tengah yang menggenangi sejumlah ruas jalan dan area persawahan. Selain banjir, hujan berkepanjangan juga memicu tanah longsor di lima desa di Kecamatan Munjungan, yakni Desa Masaran, Desa Munjungan, Desa Craken, Desa Karangturi, dan Desa Sobo.

Dampak Kerusakan dan Evakuasi

Sebanyak 38 rumah warga terdampak longsor dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan, sedang, hingga berat. Rinciannya meliputi tujuh rumah di Desa Masaran, satu rumah di Desa Munjungan, 21 rumah di Desa Craken, satu rumah di Desa Karangturi, dan delapan rumah di Desa Sobo. Berdasarkan pendataan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka, sementara sebanyak dua kepala keluarga dari Desa Sobo mengungsi ke rumah saudara terdekat dan sebagian besar warga lainnya bertahan di rumah masing-masing.

Adapun bantuan logistik yang disalurkan meliputi 300 paket makanan siap saji, 200 paket lauk pauk siap saji, 32 paket kidswear, 50 paket family kit, 50 lembar kasur, 75 lembar selimut, 50 lembar tenda gulung, serta 32 paket peralatan dapur keluarga. Gus Ipul mengharapkan bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya keluarga yang rumahnya terdampak bencana maupun masyarakat yang membutuhkan dukungan selama masa tanggap darurat.

Sinergi dan Tindak Lanjut

Gus Ipul menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi situasi bencana. Menurutnya, penanganan bencana memerlukan kerja sama dan gotong royong seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, pendamping, hingga masyarakat. Berdasarkan situasi terkini di lapangan, masyarakat setempat telah bergotong royong membersihkan material longsor yang menimpa rumah dan lingkungan permukiman.

Kemensos juga terus berkoordinasi dengan Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur serta Sentra Terpadu Kartini di Temanggung untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan. Terkait kerusakan rumah warga, Gus Ipul menuturkan pendataan lebih lanjut masih diperlukan dan usulan dari pemerintah daerah akan menjadi dasar untuk ditindaklanjuti dengan pemberian bantuan melalui program Bahan Bangunan Rumah sesuai ketentuan dan hasil verifikasi.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu banjir maupun tanah longsor susulan serta diharapkan mengikuti arahan petugas, khususnya apabila kondisi lingkungan tempat tinggal dinilai belum aman.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *