Nasional

Profil Widodo AS, Panglima TNI Pertama dari AL

Profil Widodo AS, Panglima TNI Pertama dari AL

Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto atau yang dikenal sebagai Widodo AS meninggal dunia pada Sabtu (24/10/2026) pukul 21.30 WIB di kediamannya di Jakarta. Mantan Panglima TNI dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) tersebut tutup usia pada umur 82 tahun.

Widodo AS mencatatkan namanya dalam sejarah militer Indonesia sebagai Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut. Seperti dilaporkan Liputan6.com, ia memimpin institusi militer tersebut pada rentang 1999 hingga 2002, di tengah masa transisi politik nasional pasca-berakhirnya era Orde Baru.

Karier di Angkatan Laut

Lahir di Boyolali, Jawa Tengah, pada 1 Agustus 1944, Widodo merupakan putra dari pasangan Adi Sutjipto, yang berprofesi sebagai guru, dan Siti Fatonah. Ia menyelesaikan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Laut (AAL) pada 1968.

Mengawali pengabdian sebagai perwira senjata di KRI Irian, karier penugasan Widodo berlanjut di sejumlah kapal perang TNI AL. Ia dipercaya menjadi Komandan KRI Monginsidi pada 1986, Komandan KRI Ki Hajar Dewantara pada 1988, serta Komandan KRI Abdu Halim Perdanakusuma pada 1989.

Pengalaman di medan tugas mengantarkannya pada berbagai posisi strategis. Widodo pernah menjabat sebagai Kepala Staf Armada RI Kawasan Barat (Kasarmabar) pada kurun 1994–1995 sebelum diangkat menjadi Panglima Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar). Pada 1998, Presiden BJ Habibie melantiknya sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL).

Panglima TNI dan Pengabdian Pemerintahan

Puncak karier militer Widodo terjadi ketika Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menunjuknya sebagai Panglima TNI pada 26 Oktober 1999, menggeser posisinya yang saat itu menjabat Wakil Panglima TNI. Pengangkatan ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya posisi pimpinan tertinggi TNI diisi oleh perwira tinggi dari matra Angkatan Laut.

Ia menjalankan tugas sebagai Panglima TNI hingga Juni 2002 sebelum kepemimpinan diserahterimakan kepada Jenderal TNI Endriartono Sutarto. Setelah purna tugas di dunia militer, Widodo melanjutkan pengabdiannya di jajaran pemerintahan.

Pada 21 Oktober 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengamanatkannya sebagai Menko Polhukam dalam Kabinet Indonesia Bersatu hingga Oktober 2009. Di luar tugas utamanya, Widodo sempat menjalankan tugas sebagai Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2 April hingga 29 Agustus 2007, serta Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ad interim pada 1 hingga 20 Oktober 2009.

Setelah menyelesaikan masa jabatannya di kabinet, Widodo dipercaya menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2010–2014 untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada Presiden.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *