Daftar Isi
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) khusus Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera meninjau pemanfaatan alat berat untuk perbaikan infrastruktur dan normalisasi sungai di sejumlah titik rawan. Langkah percepatan ini dibahas dalam rapat di Kutacane, Aceh Tenggara, seiring antisipasi perubahan cuaca dalam dua bulan ke depan.
Penyaluran dan Pengerahan Alat Berat
Ketua Tim Monev Aceh II Brigjen TNI (Mar) Guslin Kamase menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri telah menyerahkan bantuan sewa 18 unit alat berat dan delapan unit dump truck kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. Seperti dilaporkan detikcom, serahan tersebut dilakukan pada Senin (19/10), dan unit-unit itu langsung diterjunkan untuk menangani kerusakan infrastruktur akibat banjir susulan.
Penanganan difokuskan pada akses jalan Darul Hasanah-Badar, Jembatan Kuning, Jembatan Natam di Sungai Lawe Alas, serta Jembatan Perintis di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Bandar. Pekerjaan yang dikerjakan meliputi perbaikan jalur jalan, normalisasi aliran sungai, hingga penguatan tebing penyangga jembatan.
Kebutuhan Perpanjangan Masa Sewa
Guslin menyatakan dalam keterangan tertulis pada Sabtu (24/10/2026), durasi kontrak sewa alat berat saat ini hanya berlaku selama 20 hari. Padahal, proses perbaikan infrastruktur dan normalisasi sungai diperkirakan membutuhkan waktu sedikitnya 60 hari atau dua bulan.
Masa sewa tersebut dinilai perlu diperpanjang sekitar 40 hari agar seluruh pekerjaan dapat tuntas tanpa terhenti di tengah jalan. Kebutuhan ini mendesak mengingat wilayah Aceh memasuki musim penghujan pada akhir 2026 hingga awal 2027 yang berpotensi memicu banjir susulan.
Prioritas Pengamanan Jembatan
Salah satu fokus utama pengerjaan adalah penguatan tebing penyangga Jembatan Perintis di Desa Kumbang Jaya yang baru rampung dikerjakan Satgas TNI AD. Penguatan tebing dan normalisasi Sungai Lawe Alas krusial untuk melindungi struktur jembatan dari gerusan air saat curah hujan tinggi.
Jembatan tersebut merupakan urat nadi transportasi bagi warga di tiga kecamatan meliputi Badar, Darul Hasanah, dan Lawe Alas, yang mencakup 37 desa dan sekitar 1.374 kepala keluarga. Selain di lokasi itu, alat berat juga disebar ke Jembatan Natam, Jembatan Mbarung, Jembatan Gulo/Kumbang, Peseluk Pesimbe, Lawe Hijo, Jembatan Kuning, Jembatan Titi Abri, serta ruas jalan Mbarung-Salim Pinin dan Mbarung-Gulo.
Guslin menambahkan, Pemkab Aceh Tenggara didorong untuk mengalokasikan penyesuaian anggaran daerah guna memperpanjang masa sewa alat berat agar penanganan darurat tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pusat.
Sumber: Berita - Detikcom








