Nasional

Tangis Pilu Bayi Aisya Rebutan Udara Segar Kala Asap Pekat

Tangis Pilu Bayi Aisya Rebutan Udara Segar Kala Asap Pekat

Kabut asap pekat telah menyelimuti Kota Palembang, Sumatra Selatan, selama tiga bulan terakhir dan menimbulkan penderitaan bagi warga yang mengeluhkan kesulitan bernapas setiap hari. Dampak buruk dari kondisi ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa, melainkan juga balita yang belum bisa mengeluh.

Perjuangan Bayi Aisya Melawan Sesak Napas

Salah satu korban terdampak adalah bayi berusia empat bulan bernama Aisya, yang mengalami sesak napas dan sakit berkepanjangan akibat kepungan asap tebal, seperti dilaporkan CNN Indonesia. Dalam gendongan kain ibunya yang bernama Ananda, bayi tersebut tampak tertidur dengan napas terengah-engah dan sesekali diwarnai batuk kecil serta wajah yang kemerahan karena kelelahan.

Ananda membawa buah hatinya berobat ke Puskesmas di Jalan Merdeka, Kecamatan Ilir Barat Dua, Palembang, untuk ketiga kalinya. Menurut sang ibu, Aisya sudah menderita sesak napas, batuk pilek, dan demam selama lebih dari dua minggu yang disebabkan oleh paparan asap.

Upaya Keluarga Menghindari Asap

Malam hari menjadi masa yang paling menyayat hati bagi keluarga tersebut karena Aisya terjaga semalaman akibat batuk yang tidak berhenti sementara bayi lain dapat tidur pulas. Ananda telah berupaya mencegah anaknya terpapar dengan menutup rapat pintu dan jendela rumahnya di kawasan Ilir Barat Dua, namun asap tetap menyelinap melalui celah-celah kecil yang tak terlihat.

Ananda menyampaikan keluhannya usai berobat di fasilitas kesehatan tersebut. “Sudah 3 kali datang ke sini, masih sama, batuk sesak nafas, pilek, anak saya sama, sudah dua minggu lebih, kalau malam batuk-batuk tidak bisa tidur, iya asap masuk ke dalam rumah, mata pedih, harapannya ditindaklanjuti kan sudah banyak korban anak kecil, kasihan kepada orang tuanya juga,” kata Ananda.

Sesampainya kembali dari Puskesmas dengan membawa sebungkus obat di tangan kanan dan mendekap bayinya di tangan kiri, Ananda pulang dengan penuh harapan agar asap tidak lagi menyelinap masuk ke dalam rumah mereka.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *