Metropolitan

Mobilio Tabrak Pikap di Rasuna Said, Satu Tewas

Mobilio Tabrak Pikap di Rasuna Said, Satu Tewas

Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, tepatnya di area dekat Kedutaan Besar Malaysia pada Kamis (22/10) sekitar pukul 01.10 WIB. Peristiwa yang melibatkan mobil minibus Honda Mobilio dan pikap Isuzu tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta lima orang lainnya menderita luka-luka.

Kronologi dan Dampak Tabrakan

Peristiwa bermula sewaktu mobil Honda Mobilio yang dikemudikan oleh KMS bersama dua penumpang berinisial F dan SA melaju dari arah selatan menuju ke utara. Ketika tiba di lokasi kejadian, minibus tersebut diduga melaju tanpa kehati-hatian hingga akhirnya menghantam bagian belakang mobil pikap yang berada di depannya.

“Sesampainya di TKP, tepatnya di dekat Kedubes Malaysia diduga kurang hati-hati dan konsentrasi akhirnya kendaraan minibus Honda Mobilio menabrak bodi belakang kendaraan Isuzu Pick Up yang dikemudikan oleh NURJENI dan berpenumpang J dan M yang pada saat itu melaju searah di depannya,” kata Kasi Laka Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Kharisma Arbita Bangsa dalam keterangannya, Kamis.

Hantaman keras tersebut membuat mobil pikap terguling miring ke sisi kiri hingga posisi kedua roda kanan berada di atas. Kedua kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan parah akibat benturan tersebut.

Pengemudi beserta dua penumpang Mobilio langsung dilarikan ke RS MMC untuk mendapatkan penanganan medis. Pengemudi pikap bernama Nurjeni dan penumpangnya yang berinisial J juga dibawa ke rumah sakit yang sama akibat luka yang mereka derita. Sementara itu, satu penumpang pikap berinisial M dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Tebet.

Penyelidikan Polisi dan Tes Urine

Hasil olah tempat kejadian perkara sementara memperlihatkan bahwa insiden itu diduga dipicu oleh laju kendaraan yang melaju dalam kecepatan tinggi. Selain faktor kecepatan, polisi juga menelusuri kemungkinan pengemudi Mobilio mengendarai kendaraannya dalam keadaan mabuk.

Guna memastikan hal tersebut, aparat kepolisian telah melakukan tes urine terhadap sopir minibus di rumah sakit dan kini tengah menanti hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *