Operasi pencarian terhadap Veronica Beatrix Jessica (23), korban hilang akibat tenggelamnya kapal wisata KM Feronia di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, diperpanjang selama tiga hari. Keputusan penambahan waktu tersebut diambil setelah penyisiran sesuai standar operasional prosedur selama tujuh hari belum membuahkan hasil.
Perluasan Area dan Optimalisasi Alat Sonar
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman menyampaikan kebijakan penambahan waktu penyisiran tersebut dalam konferensi pers di Labuan Bajo pada Senin (19/10). Langkah tersebut diputuskan setelah tim mengevaluasi hasil operasi sepekan dan merespons permohonan dari pihak keluarga korban.
Menurut penuturan Fathur, tim SAR gabungan pada hari ketujuh telah berupaya menyisir permukaan laut serta mengamati kondisi bawah air memakai drone bawah laut, sonar, dan bibsonar.
“Memasuki hari ketujuh pencarian, hasilnya masih nihil. Peralatan yang sudah dipergunakan, baik pencarian melalui permukaan maupun pemantauan menggunakan drone bawah air dan bibsonar, hasilnya masih nihil,” kata Fathur.
Selama masa perpanjangan operasi, tim akan mengoptimalkan perangkat deteksi bawah air guna menemukan korban sekaligus memperkirakan koordinat bangkai kapal. Jangkauan pemindaian yang telah berjalan juga akan dikaji ulang demi melebarkan sektor pencarian.
“Untuk area pencarian akan kita perluas. Kita akan menghitung daerah yang sudah dipindai menggunakan sonar, kemudian menentukan perluasan pencarian,” ujarnya.
Penyisiran turut melibatkan pemantauan lalu lintas kapal wisata yang berlayar ke arah Pulau Padar serta Pulau Rinca. Para nakhoda dan operator kapal diminta segera melapor kepada petugas jika mendapati objek mencurigakan saat melintas di jalur perairan tersebut.
Permohonan Keluarga Korban
Hingga pencarian memasuki hari ketujuh, sebanyak 227 personel gabungan telah dikerahkan ke lapangan. Operasi masih bertumpu pada alat yang ada dengan memaksimalkan fungsi bibsonar guna mengukur derasnya arus bawah laut serta kemampuan jangkauan kedalaman alat.
Ibu dari Jessica, Anastasia Daisy, mengapresiasi kinerja tim penolong selama tujuh hari terakhir dan secara langsung memohon adanya penambahan waktu operasi lapangan.
“Kami keluarga sekali lagi mengucapkan terima kasih. Sudah hari ketujuh dilakukan segala upaya. Namun, dengan memohon sangat, kami masih meminta perpanjangan waktu tiga hari karena kami masih berada di sini kira-kira sampai hari Kamis,” kata Anastasia.
Melalui perpanjangan masa tugas ini, operasi kemanusiaan tersebut dijadwalkan berlangsung sampai Kamis (22/10). Jessica, yang bertugas sebagai dive master, merupakan satu-satunya penumpang yang belum ditemukan usai KM Feronia karam di perairan Pulau Tatawa pada Selasa (13/10). Dari total 30 penumpang dan awak di atas kapal wisata tersebut, 29 orang berhasil diselamatkan.
Sumber: mediaindonesia.com RSS Feed








