Kepolisian mengerahkan ribuan personel gabungan untuk menggerebek kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Minggu (1/11/2026) pagi. Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menegaskan bahwa penyelesaian peredaran narkoba di wilayah tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan.
Prioritas Pemberantasan Narkoba
Menurut Dadang, Kampung Bahari masuk dalam daftar tiga kawasan yang menjadi prioritas utama pemberantasan narkoba di bawah yurisdiksi Polda Metro Jaya. Sementara itu, dua lokasi prioritas lainnya berada di wilayah Jakarta Barat.
Operasi pembersihan kampung narkoba ini melibatkan sebanyak 1.800 personel gabungan dari unsur Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Korps Brimob. Dalam penggerebekan tersebut, aparat menyita sejumlah barang bukti berupa narkotika jenis sabu, ganja, hingga ekstasi.
Penataan Lingkungan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Dadang menjelaskan bahwa upaya pemberantasan barang haram tidak cukup hanya dengan penegakan hukum semata. Pendekatan yang diperlukan juga mencakup penataan lingkungan serta penguatan ketahanan sosial di tengah masyarakat.
Pihaknya menekankan perlunya perencanaan yang teliti agar warga yang mencari penghidupan secara halal tidak dirugikan. Dadang menyebutkan telah menjalin komunikasi dengan pihak perkeretaapian terkait rencana penataan kawasan di sekitar jalur rel kereta api.
Langkah penataan kawasan ini memerlukan keterlibatan aktif pemerintah daerah serta instansi berwenang lainnya agar setiap penanganan masalah lingkungan maupun sosial dapat berjalan sesuai bidang masing-masing. Kepolisian sendiri tidak memiliki kewenangan penuh hingga mencakup seluruh aspek penataan wilayah tersebut.
Melalui sinergi lintas sektor dan partisipasi warga, lingkungan diharapkan bisa menjadi lebih aman serta teratur guna menekan potensi kembalinya peredaran gelap narkotika di kemudian hari.
Sumber: Berita - Detikcom








