Daftar Isi
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Biro Kerja Sama Daerah (KSD) menggelar pelatihan kehumasan dan komunikasi publik bagi 10 finalis Benyamin S Award (BSA) 2026. Kegiatan ini bertujuan mempertajam kemampuan komunikasi para lurah sebagai wajah utama pemerintah di tengah dinamika perkotaan Jakarta yang serba cepat.
Pelatihan Kehumasan dan Siklus Komunikasi
Pelatihan yang berkolaborasi dengan Berhumas ini disiapkan menjelang malam puncak penganugerahan Benyamin S Award yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (30/10). Pembekalan tersebut bertujuan agar inovasi program pemerintah daerah dapat dirasakan dan dipahami dengan baik oleh masyarakat, mengingat komunikasi publik berperan vital dalam kesuksesan program kerja.
Ketua Bidang Pelatihan Perhumas, Willy Bachtiar, menyatakan bahwa penguasaan komunikasi publik menjadi kunci utama bagi lurah untuk menjembatani program pemerintah kepada warga seperti dilaporkan CNN Indonesia. Menurut Willy, peningkatan kualitas komunikasi publik serta keterlibatan komunikasi personal sangat krusial untuk memberdayakan masyarakat, mengemas program kehumasan, dan melatih keterampilan membangun konten bernarasi positif.
Willy menjelaskan bahwa kerja hubungan masyarakat berjalan dalam sebuah siklus yang meliputi riset, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Materi pelatihan tersebut disusun berdasarkan delapan unit Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang mencakup pemetaan pemangku kepentingan, penyusunan rencana program komunikasi kehumasan, hingga pelaksanaan monitoring digital.
Peran Lurah Sebagai Ujung Tombak
Lurah Taman Sari, Abdul Malik, sepakat dengan transformasi yang dijalankan Pemprov DKI dan menyebut lurah sebagai ujung tombak pemerintah yang menyampaikan program secara langsung kepada masyarakat. Ia menilai lurah yang tidak memiliki pola komunikasi yang baik dengan warga akan berimplikasi pada menurunnya kepercayaan publik terhadap program pemerintah.
Willy mengapresiasi upaya komunikasi publik yang telah dilakukan para lurah finalis BSA 2026, khususnya dalam pengelolaan media sosial kelurahan di tengah derasnya arus informasi masyarakat. Ia mengingatkan agar pemerintah di tingkat kelurahan tidak terlambat dalam membangun narasi dan menyampaikan informasi kepada publik.
Ia berharap para lurah dapat memperkuat produksi informasi berkualitas serta menyusun perencanaan program yang lebih terstruktur dan terukur. Dengan rencana yang terukur, pencapaian dan manfaat dari program-program tersebut dapat dengan mudah dievaluasi.
Penyambutan Positif dari Peserta
Para peserta menyambut baik pelatihan ini, termasuk Lurah Kelapa Gading Timur, Nani, yang mengikuti rangkaian kegiatan bersama sejumlah finalis BSA 2025. Nani menilai pembekalan tersebut sangat menunjang kinerja lurah dalam mempromosikan dan mengekspos program kerja ke depannya.
Sebelumnya, 10 lurah finalis BSA 2026 telah melalui berbagai rangkaian acara mulai dari babak penyisihan, festival, hingga presentasi final. Para finalis tersebut berasal dari kelurahan Pulau Panggang, Kelapa Gading Timur, Malaka Sari, Utan Kayu Selatan, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, dan Kebon Sirih.








