Nasional

BNPB Catat 2.236 Bencana hingga Akhir Oktober 2026

BNPB Catat 2.236 Bencana hingga Akhir Oktober 2026

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.236 kejadian bencana di Indonesia hingga Kamis, 29 Oktober 2026. Bencana banjir mendominasi sejumlah wilayah yang dilaporkan mengalami peristiwa kebencanaan dalam kurun waktu tersebut.

Rincian Kejadian Bencana Terbaru

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan angka tersebut merupakan akumulasi dari seluruh kejadian bencana yang masuk hingga akhir Oktober 2026. Peristiwa tersebut mencakup bencana banjir di beberapa daerah di Pulau Sumatra.

Banjir dilaporkan melanda Kabupaten Aceh Selatan di Provinsi Aceh, serta Kabupaten Langkat dan Kabupaten Mandailing Natal di Provinsi Sumatra Utara. Di samping banjir, BNPB juga menerima laporan bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Berton menjelaskan bahwa data karhutla kini tidak lagi disampaikan untuk enam provinsi prioritas penanganan sebelumnya karena sudah tidak ada laporan kebakaran di wilayah tersebut. Enam wilayah itu meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Sementara itu, luas kumulatif karhutla di 10 provinsi lainnya mencapai 462 hektare.

Luas karhutla tersebut tersebar di Kalimantan Timur seluas 169 hektare, Sulawesi Tengah 85 hektare, Sulawesi Tenggara 56 hektare, Sulawesi Selatan 50 hektare, Maluku 31 hektare, Maluku Utara 23 hektare, Nusa Tenggara Timur 10 hektare, Gorontalo 4 hektare, Kalimantan Selatan 4 hektare, dan Jawa Timur seluas 2 hektare.

Siaga Operasi Modifikasi Cuaca

BNPB tetap menyiagakan sebanyak 59 unit armada untuk mendukung operasi modifikasi cuaca di sejumlah daerah. Armada tersebut terdiri atas 40 unit dari BNPB, 15 unit dari TNI, 1 unit dari Kementerian Kehutanan, 1 unit dari pemerintah daerah, serta 2 unit dari pihak dunia usaha.

Operasi modifikasi cuaca masih terus dijalankan, khususnya di tiga provinsi. BNPB telah menyemaikan sebanyak 22.600 kilogram bahan *dry ice* maupun NaCl guna mengoptimalkan penyerapan curah hujan pada masa potensi hujan yang tinggi di Indonesia.

Untuk wilayah Kalimantan Tengah, penyemaian bahan tersebut dilakukan sebanyak 11.700 kilogram melalui delapan sorti penerbangan. Di Sumatra Selatan, petugas juga melakukan delapan sorti dengan bahan *dry ice* maupun NaCl mencapai lebih dari 10.000 kilogram. Sementara itu, penyemaian di Kalimantan Selatan ditiadakan karena pertimbangan sasaran tertentu serta adanya kondisi hujan lebat di wilayah tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *