Dunia

Tragedi Kereta 1915 di Inggris Akibat Salah Posisi Berhenti

Tragedi Kereta 1915 di Inggris Akibat Salah Posisi Berhenti

Sebuah kecelakaan kereta beruntun terjadi di Inggris pada tahun 1915 akibat kesalahan posisi berhenti. Peristiwa kelam tersebut tercatat sebagai salah satu kecelakaan kereta paling mematikan dalam sejarah negara itu.

Kronologi Tragedi Quintinshill

Berdasarkan catatan National Records of Scotland (NRS), insiden yang dikenal sebagai tragedi Kereta Api Quintinshill ini berlangsung pada tanggal 22 Mei 1915 pukul 06.45 pagi. Peristiwa nahas itu terjadi di dekat Persimpangan Quintinshill, yang terletak di jalur kereta api dari Glasgow menuju Carlisle.

Bencana bermula ketika kereta api militer yang mengangkut prajurit Batalyon 1/7 Royal Scots menabrak sebuah kereta penumpang lokal yang tengah berhenti. Rombongan militer tersebut sedang dalam perjalanan dari Larbert menuju Liverpool untuk menjalankan tugas di Gallipoli.

Kereta lokal yang melaju ke arah utara itu terpaksa dihentikan di jalur kereta militer arah selatan akibat kesalahan dalam pengaturan sinyal. Selang beberapa menit setelah benturan pertama, sebuah kereta cepat menuju utara datang dan menghantam puing-puing dari tabrakan sebelumnya.

Kereta militer yang memiliki konstruksi ringan hancur lebur akibat hantaman beruntun tersebut. Tabung gas yang berada di gerbong kereta militer pecah lalu memicu kebakaran hebat, sehingga menjebak serta membakar banyak tentara di dalam gerbong.

Korban Jiwa dan Proses Hukum

Akibat rangkaian kecelakaan dan kebakaran itu, sebanyak 230 orang dilaporkan meninggal dunia. Jumlah tersebut mencakup 3 perwira dan 207 prajurit yang tewas seketika atau meninggal akibat luka-luka yang diderita.

Selain korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan 5 perwira dan 219 prajurit mengalami luka-luka. Penyelidikan menyimpulkan bahwa penyebab utama musibah ini adalah kesalahan serta kelalaian berat dari dua juru sinyal, yakni James Tinsley dan George Meakin.

Kedua juru sinyal tersebut dinilai gagal mematuhi aturan dan regulasi perusahaan kereta api, yang mengakibatkan kereta berhenti di posisi keliru. Menyusul kejadian tersebut, Pengadilan Tinggi menyatakan keduanya bersalah atas tindak pembunuhan tidak sengaja akibat kelalaian berat.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *