Daftar Isi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak hanya diukur dari besarnya realisasi, melainkan juga manfaat pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers realisasi APBD Triwulan III Tahun Anggaran 2026 bertajuk Jakarta Budget Talks di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10).
Realisasi Anggaran dan Kinerja Pendapatan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat realisasi pendapatan daerah hingga 30 September 2026 mencapai Rp44,98 triliun atau 62,95 persen dari target sebesar Rp71,45 triliun. Sementara itu, belanja daerah terealisasi sebesar Rp40,40 triliun atau 54,39 persen dari pagu Rp74,29 triliun. Total APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 sendiri ditetapkan sebesar Rp81,33 triliun.
Penerimaan pembiayaan daerah tercatat sebesar Rp6,46 triliun atau 65,43 persen dari target Rp9,88 triliun, sedangkan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp2,02 triliun atau 28,74 persen dari pagu Rp7,04 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang Rp39,33 triliun atau 68,20 persen dari target, tumbuh 1,29 persen secara tahunan, dengan penerimaan pajak daerah mencapai Rp34,58 triliun.
Program Prioritas Sektor Publik
Realisasi program peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidikan hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp4,99 triliun dari anggaran Rp9,27 triliun. Sektor kesehatan masyarakat terealisasi Rp4,28 triliun dari pagu Rp7,93 triliun, sedangkan anggaran perlindungan sosial mencapai Rp829,06 miliar atau 70,42 persen untuk program bantuan kelompok rentan serta rehabilitasi sosial.
Pengembangan transportasi publik mencatatkan realisasi Rp2,16 triliun, yang mencakup subsidi bagi layanan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta. Jumlah penumpang ketiga moda tersebut mencapai 386,4 juta orang hingga September 2026, naik 10,8 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, dengan cakupan layanan angkutan umum mencapai 93 persen.
Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan
Perekonomian Jakarta pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,52 persen secara tahunan, ditopang sektor konstruksi serta tingkat inflasi per September 2026 yang terkendali di angka 2,71 persen. Penyelenggaraan berbagai kegiatan seperti Jakarta Fair 2026 dan Festival Jakarta Great Sale turut mendongkrak transaksi ekonomi di berbagai sektor.
Dari sisi kesejahteraan, tingkat kemiskinan Jakarta pada Maret 2026 turun menjadi 3,96 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka pada Mei 2026 tercatat 5,79 persen. Pemprov DKI juga memperluas kesempatan kerja melalui pelatihan keterampilan dan bursa kerja, serta mencatatkan kenaikan posisi dalam Oxford Economics Global Cities Index 2026 ke peringkat ke-140 dunia.








