Bupati Blora Arief Rohman kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jawa Tengah dalam Konferensi Wilayah IV di Pendopo Bupati Blora pada Minggu (18/10). Terpilihnya kembali Arief menempatkan agenda konsolidasi organisasi, penguatan kaderisasi, serta perluasan pengabdian kepada masyarakat sebagai prioritas kepemimpinan ke depan.
Konsolidasi dan Penguatan Organisasi
Arief menyatakan bahwa soliditas menjadi modal utama agar organisasi pencak silat Pagar Nusa tidak sekadar berkembang sebagai wadah bela diri, melainkan mampu memperkuat pembinaan atlet, menjaga nilai-nilai ke-NU-an, dan memberi manfaat nyata bagi warga. Ia menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi yang merata mulai dari tingkat wilayah, cabang, hingga struktur terbawah seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Menurut Arief, segala perbedaan pandangan di internal organisasi harus diselesaikan lewat musyawarah dengan mendahulukan kepentingan bersama. Rangkaian Konferwil IV sendiri didahului kegiatan prakonferwil pada tanggal 17 Oktober 2026 serta diikuti jajaran pengurus wilayah dan seluruh pimpinan cabang se-Jawa Tengah sebagai ruang evaluasi dan perumusan arah gerak kepengurusan.
Perluasan Peran dan Digitalisasi
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Muchamad Nabil Haroen menegaskan bahwa penguatan organisasi wajib berbanding lurus dengan kemanfaatan yang dirasakan masyarakat luas. Ia berpesan agar para kader memanfaatkan potensi diri untuk melindungi, membantu, serta menghadirkan rasa aman bagi lingkungan sekitar.
Guna memperluas cakupan pengabdian, Pagar Nusa mendorong peningkatan kompetensi kader melalui rencana akses Pendidikan Khusus Profesi Advokat bagi dua ribu kader yang dijajaki bersama Dewan Pengacara Nasional Indonesia. Selain itu, Nabil memaparkan rencana pengembangan sistem administrasi digital bernama e-Pagar Nusa yang memakan waktu pengerjaan 12 hingga 14 bulan untuk mengintegrasikan layanan administrasi, pengelolaan data kepengurusan dan anggota, rekam prestasi atlet, serta layanan pendampingan hukum.
Di sisi lain, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh mengingatkan agar dakwah beserta pembentukan akhlak tetap dijaga sebagai ruh perjuangan organisasi, sekaligus berpesan agar Pagar Nusa menjaga jati diri dari pergeseran tujuan pengabdian akibat kepentingan politik. Acara Konferwil IV ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah Agus Riyanto, unsur pimpinan DPRD, Kapolres, Dandim, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, di mana para kader turut melangsungkan pengambilan sumpah dan janji setia kepada Pagar Nusa dan Nahdlatul Ulama.








