Jenazah mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo dijadwalkan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/10). Almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Panti Rapih, Kota Yogyakarta, pada Senin (19/10) pukul 16.20 WIB.
Pangdam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga menjelaskan almarhum tutup usia karena faktor umur dan sempat menjalani perawatan, termasuk cuci darah. Seperti dilaporkan CNN Indonesia, jenazah tiba di rumah duka yang berlokasi di Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, sekitar pukul 19.26 WIB.
Upacara pelepasan jenazah direncanakan berlangsung pukul 07.00 WIB pada Selasa. Setelah itu, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta untuk disemayamkan sementara waktu di Markas Besar TNI AD sebelum diberangkatkan menuju area pemakaman.
Rekam Jejak di Tiga Era Kepresidenan
Mengenang sosok almarhum yang juga pernah bertugas sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Yoga mengapresiasi kepemimpinannya. “Beliau luar biasa, beliau Kepala Staff kita dulu di Angkatan Darat. Beliau selalu membangkitkan rasa persatuan kesatuan kita sebagai pimpinan kita,” kata Drajad.
Subagyo merupakan purnawirawan TNI AD kelahiran Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 12 Juni 1946. Lulusan AKABRI 1970 tersebut meniti karier awal di satuan pasukan komando dan pernah menempati sejumlah pos strategis, seperti Komandan Jenderal Kopassus, Panglima Kodam IV/Diponegoro, hingga KSAD pada periode 1998-1999.
Dalam catatan sejarah militer nasional, almarhum tercatat memimpin matra darat saat krisis multidimensi yang berujung Reformasi 1998 menumbangkan rezim Orde Baru. Subagyo menjadi satu-satunya tokoh yang mempertahankan posisinya sebagai KSAD melintasi masa kepemimpinan tiga presiden, mulai dari Presiden Soeharto, BJ Habibie, hingga Abdurrahman Wahid.
Kedekatan dengan Prabowo Subianto
Subagyo juga pernah mengemban tugas sebagai Ketua Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang memeriksa Prabowo Subianto seusai peristiwa 1998, keputusan yang kemudian menyudahi masa dinas militer Prabowo. Meski demikian, hubungan persahabatan kedua purnawirawan jenderal tersebut tetap berjalan baik.
Prabowo diketahui pernah menjadi bawahan Subagyo sebelum menggantikannya memimpin Korps Baret Merah pada 1995. Saat Prabowo bertamu pada Minggu (8/5/2022), Subagyo sempat menyampaikan dukungannya secara terbuka, “Mas Bowo harus jadi Presiden. Kali ini harus jadi dan harus menang.”
Pernyataan itu kemudian disambut oleh Prabowo. “Mas Bagyo juga agar semangat dan sehat selalu. Nanti kita reuni Mas sama teman-teman purnawirawan,” tuturnya saat itu.
Di luar lingkungan militer, almarhum sempat memimpin induk cabang olahraga bulu tangkis nasional sebagai Ketua Umum PBSI masa bakti 1997-2001, serta dipercaya masuk dalam jajaran anggota Wantimpres pada periode 2015-2019.








