Juni 22, 2021

Nasional Post

Tajam dan Terpercaya

KAMI Dukung Terus KPK Dan KMB Usut Terus Pengadaan Kapal Hebat

Spread the love

Nasionalpost.id, Jakarta- Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI) dalam hai ini menyikapi persoalan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini hangat diperbincangkan di permukaan publik, sehingga perlu adanya sebuah sikap yang jelas dari kalangan mahasiswa dan pemuda untuk memperjelas kepada seluruh rakyat Indonesia dinamika yang ada di tubuh KPK saat ini.
KAMI menilai bahwa, wajah hukum di Indonesia saat ini jauh lebih baik pasca runtuhnya rezim soeharto yang telah berkuasa selama 32 Tahun. 4 Tahun setelah tumbangnya rezim orde baru, melalui Undang Undang Nomor 30 Tahun 2002 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibentuk, sehingga pemberantasan korupsi di Indonesia mengalami babak baru.
KPK merupakan anak kandung dari pada reformasi, KPK lahir melalui proses perjuangan politik untuk mengahapus praktik Kerupsi, Kolusi & Nepotisme di bumi ibu pertiwi ini.
Revisi Undang Undang KPK Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan Undang Undang 30 Tahun 2002 Tentang KPK juga menuai pro dan kontra. Oleh sebab itu, KAM! mempunyai komitmen besar dalam menjaga dan memperkuat serta menghadang kelompok kelompok yang mencoba untuk menjatuhkan marwah KPK saat ini, karena menurut hemat KAMI, bahwa KPK wajib dijaga untuk keberlangsungan pemberantasan korupsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Oleh sebab itu, pengalihan status pegawai KPK menjadi ASN merupakan amanat dari Undang Undang Nomor 19 Tahun 2019. Pasal 1 ayat 6 menyebutkan bahwa pegawai KPK adalah aparatur sipil negara (ASN) sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang undangan mengenai ASN.

Pengalihan status pegawai KPK bukanlah keinginan dari pada pimpinan KPK, tapi pengalihan status tersebut merupakan perintah dari Undang Undang yang telah di sahkan oleh DPR melalui proses persidangan.
KAMI juga mengucapkan selamat bertugas dan berjuang kepada 1.271 pegawai KPK yang telah menjadi ASN dengan seleksi yang ketat dan terukur, serta KAMI juga memberikan dukungan penuh kepada KPK agar bekerja semaksimal mungkin untuk melakukan pencegahan dan penindakan terhadap tindak pidana korupsi.
Adapun bagi pegawai KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK), KAMI juga mengucapkan terimakasih atas dedikasi yang telah di berikan untuk negeri ini, serta jangan membuat kegaduhan…!
75 pegawai KPK yang tidak lulus TWK, 24 dinyatakan bisa dibina dan 51 diantaranya
tidak bisa dibina. Oleh sebab itu, KAMI meminta kepada 51 pegawai KPK agar berlapang dada dan tidak melakukan Gerakan tambahan sehingga KPK focus dalam bekerja. Dan KAMI juga Mmengingatkan Kembali, bahwa ada pernyataan pernyataan yang di sampaikan dari 51 pegawai KPK melalui media dan siaran press telah melukai hati rakyat Indonesia.
KAMI berharap bahwa Marwah KPK harus dijaga secara kolektif, dan KAMI tidak akan diam jika KPK terus di ganggu oleh oknum oknum yang ingin merusak citra KPK. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, KAMI menyatakan sikap :
1. KAMI akan mendukung penuh kinerja KPK dalam upaya pemberantasan korupsi di seluruh Indonesia.
2. KAMI mengucapkan terima kasih kepada 51 pegawai KPK yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan atas dedikasinya selama ini.
3. KAMI meminta kepada 51 pegawai KPK yang tidak bisa dibina agar tidak membuat kegaduhan.
4. KAMI menyarankan kepada 51 pegawai KPK yang merasa dirugikan akibat keputusan tersebut, silahkan menempuh jalur hukum sesuai dengan system perundang undangan uuyang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta tidak melakukan provokasi di tengah bencana virus corona.
5. KAMI mengajak kepada seluruh anak bangsa agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga Pancasila, NKRI serta menolak segala bentuk faham radikalisme dan terorisme.
Atas Nama Koordinator Nasional Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia.