Aktivis Pemuda Mahasiswa Tuntut KPK Usut Mafia Batubara

Spread the love

Foto: Istimewa

Jakarta, Nasional Post – Sekelompok aktivis yang menamakan dirinya dengan Aliansi Pemuda Mahasiswa Untuk Rakyat mengadakan aksi unjuk rasa damai di Kantor PT. PLN Bb, Pancoran, Jakarta, Senin (15/2/2021).

Aksi yang mereka gelar ini bertujuan untuk mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengusut kartel mafia Batubara di PT. PLN Bb, yang diduga melibatkan oknum-oknum pejabat PT. PLN (Persero) dan PT. PLN Bb.

“Hari ini kami turun aksi untuk membawa beberapa tuntutan yaitu meminta KPK segera mengusut dugaan kartel mafia batubara yang diduga melibatkan pejabat PT. PLN (Persero) dan PT. PLN Bb,” kata Koordinator Aksi Billy Hantono kepada awak media.

Selain itu Billy juga meminta agar Menteri BUMN untuk segera mencopot atau memecat Direktur Utama PT PLN Bb.

“Kami anggap Dirut PT PLN Bb tidak memiliki leadership yang mumpuni. Selain itu Dirut PT. PLN Bb ini juga kami nilai tidak serius menjalankan visi dan misi dari Presiden Jokowi terutama membawa PT. PLN Bb sebagai perusahaan energi yang profesional dan akuntabel,” ucapnya.

Dalam aksinya kali ini Aliansi Pemuda Mahasiswa Untuknl Rakyat membawa Sejumlah Tuntutan yakni:

1. Mendesak KPK agar mengusut adanya dugaan kartel mafia batubara di PT. PLN Batubara, yang diduga melibatkan oknum-oknum pejabat PT. PLN (Persero) dan PT. PLN Batubara.

2. Mendesak menteri BUMN, untuk segera mencopot atau memecat Dirut PLN Bb, dikarenakan tidak memiliki kemampuan Leadership dan tidak cakap menjalankan Visi, Misi Bapak Presiden Jokowi, mengingat PLN Bb adalah perusahan Negara yang berdaulat dibidang Energi Hulu yang sangat vital.

3. Kondisi PLN saat ini mengalami krisis pendistribusian batubara yang akan berdampak pada sejumlah PLTU di Jawa, mengalami pemadaman listrik dalam situasi seperti ini justru berbuntut adanya dugaan permainan para kartel yang berselingkuh dengan oknum pejabat PT PLN Bb, demi meraup keuntungan disaat kondisi Negara kita mengalami berbagai musibah bencana alam maupun wabah virus corona.(Sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *