Kasus Pengadaan CSRT Rugikan Negara Rp 179 M, Aliansi Mahasiswa Nasionalis Peduli Keadilan Desak KPK Tangkap Dirut PT Bhumi Prasaja

Spread the love

Foto: Istimewa

Jakarta, Nasional Post – Sejumlah aktivis dari Aliansi Mahasiswa Nasionalis Peduli Keadilan (AMNPK) mengadakan aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK dibilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Aksi mereka tersebut untuk mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan penyelidikan dan pengusutan terkait dugaan korupsi oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) yakni pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) yang melibatkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), PT Ametis Indogeo Prakarsa serta PT Bhumi Prasaja untuk Tahun Anggaran 2015.

“Kerugian negara dari dugaan korupsi yang melibatkan Badan Informasi Geospasial dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional serta 2 Perusahaan diperkirakan sebesar Rp 179 Milyar. Saat ini Direktur Utama PT Bhumi Prasaja belum ditetapkan sebagai tersangka, padahal berdasarkan sumber yang kami kumpulkan PT Bhumi Prasaja terlibat dalam dugaan kasus korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT),” ungkap Koordinasi Lapangan Ativis Mahasiswa Nasionalis Peduli Keadilan, Haiyan kepada para awak media, Selasa (8/2/2021).

Lebih lanjut Haiyan mengatakan keterlibatan Direktur Utama PT Bhumi Prasaja dalam dugaan kasus korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi itu sangatlah kuat. Dimana menurut Haiyan sejak awal proses pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi tersebut, ada kesepakatan antara pihak Badan Informasi Geospasial dan LAPAN untuk merekayasa proyek tersebut dalam bentuk perencanaan dan pengadaan anggaran untuk produk dan jasa.

“Diduga Direktur Utama PT Bhumi Prasaja Rasjid A Aladin melakukan penyuapan sejumlah uang sebagai fee (komisi) kepada pihak Badan Informasi Geospasial (BIG) dan LAPAN. Jelas tindakan pejabat BIG dan LAPAN ini bertentangan dengan pengaturan barang dan jasa yang telah ditentukan oleh Pemerintah,” jelasnya.

Oleh karena itu lanjut Haiyan, mereka mendesak agar KPK segera memeriksa dan menetapkan Direktur Utama PT. Bhumi Prasaja Rasjid A Aladin sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) yang merugikan negara.

“Kami juga meminta penyelidik KPK agar menelusuri kasus tersebut dan memanggil pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi tersebut,” tegas Haiyan.(Sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *