Betawi Kita Gelar Acara Diskusi Pencak Silat Betawi Setelah Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia Dari Unesco

Spread the love

Jakarta – Hari ini diskusi bertema “Pencak Silat Betawi Setelah Pencak Silat Indonesia Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda Oleh Unesco” digelar Minggu, 26 Januari 2020 pukul 15.00 17.30 di Selasar Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta.

Dalam diskusi tersebut hadir para pembicara yakni: Gres Grasia Azmin (dosen UNJ dan peneliti Beksi), Yusron Sjarif (Ketua Bidang Komunikasi Lembaga Kebudayaan Betawi) dan lwan Henry Wardhana (Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta).

Pencak silat menjadi warisan dunia kesepuluh yang ditetapkan UNESCO setelah wayang, keris, batik, angklung, tari saman, noken, tiga genre tari tradisi Bali, kapal phinisi, dan pelatihan batik,” ujar Sadeli.

Selanjutnya Dia katakan, Pencak silat dianggap memiliki seluruh elemen yang membentuk warisan budaya tak benda. Pencak silat terdiri atas tradisi Iisan, seni pertunjukan, ritual dan festival, kerajinan tradisional, pengetahuan dan praktik sosial serta kearifan lokal.

Dalam buku Maen Pukulan Khas Betawi karya GJ Nawi, dituliskan tentang adanya 317 aliran maen pukulan Betawi. Sebarannya luas, mulai dari Betawi Pesisir (Foreland), Betawi Tengah (Midland), Betawi Pinggir dan Udik (Hinterland).

Beberapa di antaranya telah terdaftar sebagai warisan budaya takbenda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Terbaru pada 2019, ada silat Mustika Kwitang, silat Pusaka Djakarta, silat Troktok dan silat Sabeni Tenabang. Menyusul yang sudah ditetapkan lebih dulu adalah silat Beksi, dan silat Cingkrik.

Sementara di berbagai provinsi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menetapkan antaranya Penca’ dari Jawa Barat, Silek Minang dari Sumatra Barat, Silek Tigo Bulan dari Riau, Pencak Silat Bandrong dari Banten sebagai WBTb.

Roni Adi, Ketua Perkumpulan Betawi Kita yang juga adalah Ketua komunitas pegiat silat Betawi Sikumbang Tenabang mengatakan, banyak hal positif yang terdapat dalam pencak silat, di antaranya menghargai sesama dan menghormati orang yang lebih tua.

“Dalam beberapa gerakan pencak silat Betawi khususnya, terdapat gerakan yang digali dari ajaran agama Islam, seperti gerakan ketika orang berwudlu dan gerakan shalat. Para murid juga berdoa sebelum latihan rutin,” ucapnya

Roni menambahkan, Pencak siIat dipakai bukan untuk berbuat semena-mena, tapi mengajarkan untuk menahan diri dan menjaga harmonisasi dengan alam sekitar,” kata Ketua komunitas pegiat silat Betawi Sikumbang Tenabang.

Kongko tuker pikiran Betawi kali ini membahas proses penetapan Pencak Silat Indonesia sebagai WBTb Dunia oleh UNESCO dan harapan ke depan agar terjadi sinergitas antara para praktisi silat, akademisi dan pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan pelestarian dan pengembangan Pencak Silat Betawi pasca penetapan Pencak Silat Indonesia sebagai WBTb Dunia oleh UNESCO.

Ketua Panitia Rachmad Sadeli dalam sambutannya mengatakan, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah menetapkan pencak silat sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia dari Indonesia dalam sidang Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Bogota, Kolombia, Desember 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *