Tim APP Laporkan Pendemo di Depan Balaikota

Spread the love

Jakarta– Sehubungan dengan berita kebencian, sara dan makar sebagaimana yang sudah terjadi di Balaikota.Tepatnya kejadian hari selasa, tanggal 14 januari 2020 dalam acara, Jakarta Bergerak.

Saat kejadian itu,sebagian rakyat Jakarta yang di motori ibu-ibu telah mengadakan Demo kepada pimpinan DKI (Gubernur DKI) akibat Banjir yang terjadi di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya, ungkapnya.

Pada saat yang sama di tengah maraknya demo itu, ternyata ada demo tandingan juga. Dalam demo itu di motori ibu-ibu juga dengan memakai slogan kurang lebih demikian : Presidenmu kita lengserkan dan lain-lainnya.

Seperti kita ketahui padahal kaitan demo tidak ada korelasinya dengan Presiden yang sudah terpilih secara sah. Apa juga maksudnya slogan kalimat pendemo yaitu kalimat Presiden Mu…..? Sebab kita sama-sama tahu, Presiden terpilih secara konstitusi adalah Presiden milik bangsa Indonesia, bukan Presiden milik kelompok tertentu seperti yang disebut dalam Slogan demo kontra di balaikota.

Kami Advokat Perduli Perdamaian (APP): C.Suhadi SH MH, Petrus Selestinus SH, Rinto SH MH. Membuat Laporan di Polda Metro Jaya terhadap orang-orang yang membawa tulisan sara, ujaran kebencian dan maka. Sebagaimana di atur dalam pasal 28 ayat 2 UU ITE, pasal 107 KUHP dan lain-lainnya.

Tujuan dari kami melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya yaitu kita mau kasih pesan dan pelajaran pada siapapun bahwa pemilihan Presiden itu sudah selesai, jadi simbol-simbol Negara itu tidak boleh dibawa lagi dalam orasi demo apapun. Siapapun yang bawa-bawa simbol Negara pasti kami laporkan, ujar C. Suhadi SH MH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *