Wisuda Ke 71 UNINDRA Luluskan 1133 Wisudawan

Spread the love

Jakarta–  Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI kembali melaksanakan wisuda yang ke 71 atau wisuda yang ke empat periode semester genap 2018 2019, kali ini Unindra PGRI sudah berhasil meluluskan tidak kurang dari 71.165 orang mahasiswa . Wisuda dilaksanakan di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah, Rabu (30/10/2019).

Rektor Unindra PGRI Prof . Dr. H Sumaryoto mengatakan di usia Unindra PGRI yang ke 15 berbagai torehan prestasi telah di peroleh baik prestasi atas keberhasilan mahasiswa maupun lembaga dalam menyiapkan pembelajar dan infrastuktur untuk menuju Excellent Teaching University pada 2029 mendatang.

‘Berbagai prestasi yang di peroleh mahasiswa Unindra PGRI seperti hibah Dikti yaknl’ penelitian antar perguruan Tinggi tahun 2019 2021, hibah Dikti tahun 2019 kepada beberapa dosen, di terima nya 7 Progran Kreatifltas Mahasiswa (PKM) untuk dl biayai Kemenristekdikti. juara 1 lomba design poster dalam acara Festival Fisika di Uhamka dan banyak lagi perolehan prestai baik yang berhasil di raih mahasiswa maupun dosen dan DKP 5 orang menduduki 10 besar,”urai Sumaryoto dihadapan 1133 wisudawan.

Aninya Unindra PGRI dengan segala kekurangan dan kelebihannya sebagai universitas swasta kini menjadi salah satu universitas yang di percaya masyarakat dalam hal pembelajaran. bukan hanya berbiaya murah namun tetap mengutamakan kualitas,” pungkas Sumaryoto.

Sementara ltu, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah Ill DKI Jakarta Dr. M. Samsuri. S.Pd. M.T dalam sambutannya yang di bacakan oleh Yulianti pada wisuda ke 71 Universitas lndraprasta (Unindra) PGRI mengajak para wisudawan untuk bersiap menghadapi tantangan global. Salah satunya adalah revolusl industri 4.0.

Dia menuturkan, revolusi industri 4.0 kini telah ada di depan mata. Oleh sebab Itu, hal ini tidak bisa dihindari, melainkan harus dihadapi dengan penguasaan teknologi informasl.

“Unindra PGRI adalah perguruan tinggi swasta yang sangat taat azaz dalam hal aturan sehingga tergolong baik saat akreditasi perguruan tingga dan progran studi di harapkan mampu bersaing dalam menghadapi revolusi industri 4.0 melalui teknologi informasi.” ujar dia di Jakarta. Rabu (30/10/2019).

Menurutnya kita tidak bisa menghindari revolusi industri 4.0, kita harus menguasai kecanggihan leknologi dan bersiap menghadapinya bukan menentangnya . Oleh karenanya, menurut Yulianti umuk menciptakan generasi yang tampiI di atas standar, perguruan tinggi harus mendidik mahasiswanya supaya mampu tampil kreatif dan inovatif‘.

‘Perguruan tinggi memiliki jasa sangat besar. memiliki peran panting membanm pemerintah melakukan investasi SDM. Tapi perguruan tinggi juga harus mengevaluasi dan melihat perkembangan di luar agar reIevan. Jadi, kalau Anda tidak siap bersaing, lupakan. Kalau Anda tidak siap bersaing, Anda akan ketinggalan.” tegasnya.

Senada dengan Yullanti BPLP PGRI HM Ali Arahim mengungkapkan bahwa mahasiswa harus siap berubah dalam pola hidup, pola piklr, pola belajar. dan pola bekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *