Bamus Pappabar-Pemuda Mandala Trikora Minta Warga Pendatang Kembali Buka Usaha

Spread the love

Foto: Ketua Badan Musyawarah Papua dan Papua Barat (BAMUS-PAPPABAR), Willem Frans Ansanay dan perwakilan dari DPW Pemuda Mandala Trikora, Ali Wanggai Kabiay di acara ‘Ngopi Bersama Saudara Kita Papua’, di Jl. Cikajang Raya No. 44, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Jakarta, Nasional Post – Situasi Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, sudah semakin kondusif. Warga pun telah kembali ke rumah masing-masing setelah sempat mengungsi akibat kerusuhan yang terjadi pada hari Senin (23/9/2019).

Saat terjadi kerusuhan, warga pendatang banyak yang eksodus kembali ke daerah asalnya. Sebaliknya, akibat konflik tersebut juga berimbas kepada mahasiswa Papua, sehingga mereka kembali ke Papua meninggalkan studi mereka diperantauan.

Hal ini mendapat perhatian Tokoh Papua yang saat ini berdomisili di Jakarta. Ketua Badan Musyawarah Papua dan Papua Barat (BAMUS-PAPPABAR), Willem Frans Ansanay menyuarakan keinginannya agar Mahasiswa Papua dan Papua Barat yang pulang ke daerahnya masing-masing, bisa kembali ke kota studinya masing-masing.

“Memang harapan kami mahasiswa harus pulang,” ujar Willem dalam ‘Ngopi Bersama Saudara Kita Papua’, di Jl. Cikajang Raya No. 44, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Kembalinya Mahasiswa Papua ke tanah perantauan, menurut Willem bertujuan agar studi yang mereka jalani kembali berlanjut.

“Pesan saya kepada mahasiswa-mahasiswa yang eksodus ke Papua, segera kembali ke kota-kota studi dan belajar untuk meraih masa depan. Nyatakan dirimu sebagai orang Papua dan bangsa Indonesia yang siap membangun bangsa ini. Dan tidak merasa minder sebagai orang Papua di negara ini. Anda adalah orang Indonesia, anda adalah bangsa Indonesia, anda adalah bahagian dari Indonesia dan harus belajar yang baik, melihat masa depan dengan bekerja dan berkarya untuk negara,” himbaunya.

Tokoh Papua ini juga berpesan agar generasi muda Papua mempelajari sejarah bergabungnya Papua menjadi bahagian NKRI.

“Anak muda Papua harus belajar bagaimana proses Irian Barat menjadi Irian Jaya, Papua sah menjadi bahagian NKRI. Pertama, sejarah mencatat wilayah koloni menjadi wilayah yang harus merdeka dan sudah selesai dalam catatan resolusi PBB, sehingga tidak perlu ada lagi gerakan-gerakan separatis yang mengganggu keutuhan NKRI. Yang perlu adalah semangat untuk membangun bangsa ini dari Papua sampai ke Aceh sehingga kita menjadi keluarga besar dan rumah bersama. Kedua, situasi Papua harus segera diciptakan kondisi yang kondusif, keamanan dijamin,” ungkap dia.

Situasi di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya berangsur normal pasca kerusuhan yang membuat sejumlah pendatang kembali ke daerah asal masing-masing. Pengungsi Wamena mulai berkurang. Sejumlah warga yang sempat berbondong-bondong meninggalkan Kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya tak lagi terlihat di Lanud Wamena.

“Kepada masyarakat pendatang yang menjadi korban gerakan rasis dan gerakan yang dipelopori KKB dan KNPB, kami minta tidak usah kembali ke daerah asalnya. Tetap ada di Papua, bekerja seperti biasa karena jaminan keamanan sudah diberikan dan kehadiran masyarakat pendatang terutama pedagang selama ini hidup disana telah memberikan kontribusi yang baik. Pemerintah sudah berjanji akan membangun kembali dan mengganti rugi semua akibat kerusuhan kemarin. Sebagai Ketua Bamus Papua-Papua Barat saya mengatakan ini perbuatan yang sangat biadab. Kita tidak diajarkan dalam agama untuk membunuh, membakar, dan sebagainya. Itu ulah kelompok-kelompok radikal yang punya kepentingan sehingga harus dibasmi, tidak bisa dibiarkan hidup dalam negara ini karena merusak dan mengganggu perekonomian daerah serta masa depan masyarakat di Papua,” pungkas Willem.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari DPW Pemuda Mandala Trikora, Ali Wanggai Kabiay meminta agar mahasiswa yang masih berada di tanah Papua agar kembali ke perantauan untuk melanjutkan studi sampai selesai.

“Jangan mudah terprovokasi dengan berita hoax di media sosial tanpa mengetahui kebenarannya. Kalian harus kembali melanjutkan studi kalian yang saat ini terhentu. Kembalilah ke kota atau daerah dimana kalian belajar menuntut ilmu. Kelak saat kembali ke Papua ilmu pengetahuan yang kalian pelajari berguna untuk membangun Papua,” katanya.

Menurut Ali, warga pendatang sangat membantu dalam menggerakkan roda perekonomian di Papua. Untuk itu dia berharap warga pendatang yang sempat eksodus saat kerusuhan kembali dari daerah asalnya.

“Saya meminta warga pendatang dari luar Papua tetap membuka aktifitas ekonomi di Wamena, Jayapura dan di seluruh wilayah Papua-Papua Barat. Saya baru saja datang dari Papua, situasi sudah kondusif. Saya berterima kasih kepada Pemerintah dan TNI-Polri karena telah menjamin keamanan semua warga masyarakat. Papua adalah bahagian dari Indonesia, Papua juga barometer dari bangsa ini untuk masalah kebhinnekaan. Untuk itu, kepada warga pendatang yang sempat eksodus, kembalilah ke Papua untuk membangkitkan kembali aktifitas perekonomian di Papua sekaligus membantu saudara-saudara kami asli Papua,” pungkasnya.(Sar) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *